TUGAS 3 - SISTEM FORENSIKA DIGITAL - C7
TUGAS 3
Nama : Annisa Febrianti
Nim : 13020190401
Kelas : C7
Mata Kuliah : Sistem Forensika Digital
1. Berdasarkan Definisi Susan Brenner
a. Tokopedia Pada awal Mei 2020, platform belanja
online Tokopedia dilaporkan mengalami peretasan, setelah seorang peretas
mengklaim memiliki data dari 15 juta pengguna Tokopedia di dark web. Data yang
diretas, seperti yang diumumkan peretas berupa nama, alamat email dan hashed
password. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan
kemungkinan data yang diambil adalah nama, alamat email dan nomor ponsel.
Belakangan, diduga kebocoran data ini menimpa pengguna dalam jumlah yang lebih
besar, sebanyak 91 juta pengguna. Tak lama setelah mengetahui kejadian
tersebut, Tokopedia memberi notifikasi pada semua pengguna mereka sambal
memulai penyelidikan dan memastikan akun dan transaksi di platform tersebut
tetap aman.
b. Bukalapak Beberapa hari berselang, Bukalapak di
kabarkan Kembali diretas, namun hal itu dibantah oleh platform perdagangan
online tersebut. Bukalapak mengatakan keamanan data pengguna menjadi prioritas,
dan selalu mengimplementasi berbagai upaya demi meningkatkan keamanan dan
kenyamanan para pengguna, serta memastikan data – data pengguna tidak
disalahgunakan. Tautan yang beredar, menurut Bukalapak, adalah informasi dari
kejadian tahun lalu. Pada peretasan 2019 lalu, Bukalapak menyatakan sudah
menemukan sumber peretasan dan menghentikan akses tersebut. Selain itu, mereka
juga mengingatkan para pengguna untuk secara berkala mengganti kata kunci,
sambal perusahaan memperkuat system keamanan. Bukalapak mengalami kasus
peretasan tahun lalu, berakibat pada data 13 juta pengguna mereka diambil.
c. Bhinneka Beberapa hari setelah itu, tepatnya
pada 10 Mei, kelompok peretas bernama ShinyHunters mengklaim telah membobol
sepuluh perusahaan, salah satunya e-commerce b to basal Indonesia, Bhinneka.
Kelompok peretas, yang kabarnya juga merupakan dalang peretasan Tokopedia, dia
dilaporkan membobol 1,2 juta data pengguna Bhinneka, dan menjualnya di pasar
web gelap atau dark web. Bhinneka menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan
pelanggan saat berbelanja selalu menjadi prioritas, dan telah menerapkan standar
keamanan global PCI DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) dari TUV
Rheinland untuk melindungi pelanggan.
d. KPU Masih pada bulan Mei 2020, tepatnya 22 Mei,
peretas mengkalaim telah membobol 2,3 juta data warga Indonesia dari Komisi
Pemilihan Umum (KPU). Informasi itu datang dari akun @underthebreach, yang
sebelumnya mengabarkan kebocoran data e-commerce Tokopedia. Akun itu juga
menyebutkan bahwa peretas membocorkan informasi 2.300.000 warga Indonesia. Data
termasuk nama, alamat, nomor ID dan tanggal lahir. Data tersebut tampaknya
merupakan data tahun 2013. Tidak hanya itu, peretas juga mengklaim akan
membocorkan 200 juta data lainnya. Dalam cuitannya, @underthebreach mengunggah
foto tangkapan layar di sebuah forum peretas di mana sang peretas menyebutkan
bahwa data ID termasuk NIK dan NKK. KPU langsung mengecek data internal mereka
sejak adanya klaim peretasan tersebut.
e. Data Covid – 19 Pada akhir Juni 2020, muncul
kabar yang menyebutkan dugaan peretasan COVID – 19. Kementerian Komunikasi dan
Informatika (Kominfo) menelusuri dugaan peretasan basis data pasien COVID-19
tersebut. Kominfo mengatakan database COVID-19 dan hasil cleansing yang ada di
data center aman. Kominfo juga berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi
Negara (BSSN), selaku penanggung jawab keamanan data COVID-19 di Indonesia.
Seorang peretas atas nama Database Shopping di dark web raid Forums menjual
basis data dari pasien COVID-19 di Indonesia, tertanggal 18 Juni. Peretas
mengakui data tersebut diambil pada pembobolan 20 Mei lalu. Fitur spoiler di
situs gelap menunjukkan data yang diambil antara lain berupa ID pengguna, jenis
kelamin, usia, nomor telepon, alamat tinggal hingga status pasien. Peretas
diduga mengantongi 230.000 data dalam format MySQL dalam unggahan di situs gelap
tersebut.
f. Twitter Pertengahan Juli 2020 giliran platform
media social Twitter yang mengalami serangan cyber. Akun Twitter sejumlah toko
dunia, termasuk co-founder Microsoft Bill Gates, kandidat presiden AS saat itu,
Joe Biden, bintang acara reality sho Kim Kardashian dan suaminya Kanye West,
mantan presiden AS Barack Obama, CEO Amazon Jeff Bezos, hingga CEO Tesla Elon
Musk diretas. Twitter melalui akun resmi Twitter Support menduga peretas masuk
ke system internal mereka sehingga bisa mengambil alih akun-akun besar dan
terverifikasi. Hacker, kata Twitter, menggunakan akses tersebut untuk mengambil
alih akun-akun besar kemudia mencuitkan permintaan mengirim bitcoin. 2.
Berdasarkan Definisi E. R Indrajit.
g. Kreditplus Pada awal Agustus 2020, data nasabah
platform digital Kreditplus diduga bocor di forum internet. Menurut Lembaga
Riset Kemanan Siber dan Komunikasi CISSReC, sebanyak 819.976 data nasabah
Kreditplus yang bocor adalah data sensitive, meliputi nama, KTP, email, status
pekerjaan, alamat, data keluarga penjamin pinjaman, tanggal lahir, dan nomor
telepon.
h. ShopBack Pada akhir September, perusahaan
platformcashback e-commerceShopBack mengumumkan insiden yang melibatkan akses
tidak sah ke data pribadi pelanggan, dalam surat elektronik kepada pelanggan.
Segera setelah mengetahui insiden ini, ShopBack mengatakan telah melakukan
tindakan pengamaman, dan akses tidak sah tersebut telah dihapus. ShopBack
menegaskan bahwacashbackdan kata sandi/password pengguna tetap aman dan
terenkripsi. Aplikasi cashback tersebut juga mengimbau pengguna untuk tidak
menggunakan kata sandi/password yang sama dengan yang digunakan pada aplikasi
lainnya.
i. RedDoorz Pada saat yang bersamaan dengan
ShopBack, jaringan penginapan budget online RedDoorz, mengirimkan surat
elektronik serupa kepada pelanggan. Dalam email tersebut, jaringan
penginapanbudget onlineitu mengakui adanya akses tidak sah masuk dalam
sistemnya yang melibatkan data pengguna pelanggan pada awal September. RedDoorz
mengungkapkan jenis pelanggaran data termasuk nama pelanggan, email, nomor
telepon, alamat dan rincian pemesanan. Meski begitu, RedDoorz mengatakan data
yang terkait dengan informasi keuangan pengguna, seperti kartu kredit dan
password masih aman. Perusahaan tersebut juga mengatakan telah mengambil
langkah untuk menginvestigasi sekaligus melakukan evaluasi pada sistem TI.
RedDoorz memastikan akun password terenkripsi. Namun, perusahaan menyarankan
agar pelanggan tidak menggunakan password yang sama pada platform digital
lainnya, serta mengganti password jika dirasa perlu untuk tindakan
pencegahan.
j. RedMart, Lazada Pada akhir Oktober, platform
RedMart milik platform belanja online Lazada dilaporkan mengalami peretasan.
Lazada menemukan upaya peretasan tersebut pada 29 Oktober lalu di Singapura.
Isu keamanan data tersebut melibatkan basis data khusus RedMart yang
di-hostingoleh penyedia layanan pihak ketiga. Peretas mendapatkan nama, nomor
telepon, email, alamat, kata sandi yang terenkripsi dan sebagian nomor kartu
kredit dari pelanggan RedMart. Data ini digunakan di aplikasi dan situs web
RedMart sebelumnya, yang sekarang sudah tidak lagi digunakan. Lazada memastikan
bahwa data para pelanggan Lazada di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tidak
terpengaruh oleh kejadian ini.
Komentar
Posting Komentar